ndrew
I’m not Stupid

Renungan kali ini diambil dari film “i’m not stupid” di film ini diceritakan 3 orang anak yang mempunyai latar belakang kehidupan dan karakter yang berbeda-beda.

dari film ini kita dapat mengambil nilai yaitu setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Kita semua pastinya mempunyai kelebihan yang harus kita kembangkan dan kekurangan yang harus kita tutupi / kurangi. Karena demikian, maka kita harus mengenal kelebihan yang kita miliki untuk kita kembangkan. Kita juga harus berani mengambil tindakan yang benar dalam hidup. Di film ini juga diajarkan agar kita selalu jujur dalam segala hal.

Pengendalian Diri

Bahan renungan dari pertemuan 3 kali ini adalah

http://www.youtube.com/watch?v=qW8W76R__NU&feature=player_embedded

http://www.youtube.com/watch?v=ardLUqLoOQc&feature=player_embedded#at=98

Link di atas merupakan link video yang diambil disebuah kelas di universitas bina nusantara. Video tersebut berisi tentang dosen yang sedang marah di kelas.

Nilai yang bisa diambil dari renungan ini adalah Pengendalian Diri. Sekilas Pengendalian Diri tampak mudah dan sederhana, tapi itu bukanlah merupakan hal yang mudah.

Sebagai MAHAsiswa yang bukan merupakan siswa lagi, kita seharusnya dapat berpikir lebih dewasa. Seringkali kita melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya dengan alasan “hanya iseng” atau “bercanda” tetapi kalau kita pikirkan kembali, apakah itu pantas untuk kita perbuat? Kita harus bisa mengendalikan diri kita, Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, dan banyak lagi lainnya.
Mengendalikan diri juga termasuk tidak memikirkan keuntungan diri sendiri, tidak membeli sesuatu hanya karena kesenangan dan keinginan semata, tidak mengeluh dan marah – marah tak jelas saat segalanya berjalan buruk, tidak takut salah dan kalah, tidak mengundur – undur segala hal yang harus diselesaikan sekarang, tidak terlambat saat janji, tidak moody, dan lainnya.

Manusia sebagai makhluk sosial

Dari pertemuan ke 2 character building, diberikan renungan tentang perjalanan hidup Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi terlahir di India di tengah keadaan keluarga yang cukup berada, saat remaja beliau pergi ke Inggris untuk belajar hukum. Setelah lulus dan menjadi pengacara beliau pun pindah ke Afrika Selatan yaitu negara yang memberlakukan politik apertheid. Politik Apertheid merupakan politik pembedaan warna kulit, yang membedakan kaum kulit putih dan kaum kulit hitam. Disepanjang hidupnya beberapa kali beliau mengalami diskriminasi karena politik tersebut.

Dari renungan tentang perjalanan hidup Mahatma Gandhi kita bisa memetik bahwa kita sebagai manusia yang merupakan mahkluk sosial tidak bisa hidup sendiri, memang di dunia ini terdiri dari banyak suku dan ras, tetapi di mata Tuhan kita semua adalah sama. Oleh karena itu, sifat diskriminasi berdasarkan perbedaan seperti agama, suku, ataupun ras sangatlah tidak baik. Kita harus menghargai orang lain seperti kita menghargai diri sendiri. Selain itu kita juga harus berani bertindak untuk mengubah sesuatu yang tidak adil.